

haiinews.com, Lombok Timur – Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, menjadi lokasi visitasi Kompolnas Awards 2026, Kamis (3/9). Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun langsung untuk melihat kiprah Bripka Sony Ikhwandi, Bhabinkamtibmas Desa Seruni Mumbul, yang masuk nominasi kategori Perseorangan Prosperity.
Visitasi yang berlangsung di Kantor Desa Seruni Mumbul sejak pukul 10.30 WITA itu dihadiri Komisioner Kompolnas Moch Chaerul Anam bersama tim penilai. Hadir pula Irwasda Polda NTB Kombes Pol Akhsin, Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, jajaran Polres dan Polsek Pringgabaya, unsur Forkopincam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta kelompok nelayan.
Komisioner Kompolnas Moch Chaerul Anam menjelaskan, visitasi dilakukan untuk melihat langsung apakah program dan kegiatan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, penilaian tidak hanya bertumpu pada laporan dan dokumen.
“Penilaian bukan kinerja akan tetapi bagaimana kinerja di tengah masyarakat,” kata Chaerul Anam.
Karena itu, tim Kompolnas tidak hanya mendengarkan paparan Bripka Sony, tetapi juga berdialog langsung dengan warga dan kelompok nelayan Bintang Rajungan. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui dampak program pemberdayaan yang selama ini dijalankan di Desa Seruni Mumbul.
Bripka Sony mulai bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Seruni Mumbul sekitar akhir 2022. Saat itu, masyarakat masih menghadapi dampak sosial dan ekonomi pascapandemi sehingga ia mencoba mencari potensi lokal yang dapat dikembangkan bersama warga.
Beberapa program sempat dicoba, mulai dari pengembangan jagung, penanaman alpukat hingga pengolahan bulu babi. Tidak seluruh program tersebut berjalan sesuai harapan, namun pengalaman itu menjadi bahan evaluasi hingga akhirnya Bripka Sony melihat potensi kepiting rajungan sebagai usaha yang lebih memungkinkan untuk dikembangkan.
Dari proses tersebut lahir kelompok Bintang Rajungan. Program ini tidak hanya berfokus pada penangkapan rajungan, tetapi juga mencakup pengolahan hingga pemasaran agar hasil tangkapan nelayan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Dalam pengembangannya, Bripka Sony membangun komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk instansi di bidang kelautan dan karantina serta mitra pemasaran. Kelompok nelayan juga memperoleh dukungan peralatan, mulai dari bubu untuk penangkapan hingga perlengkapan pengolahan, sementara jaringan distribusi dibangun agar produk rajungan dapat dipasarkan ke luar Lombok.
Program tersebut kemudian melibatkan 30 nelayan dan 15 istri nelayan. Para nelayan menangkap rajungan, sedangkan sebagian perempuan mengambil peran dalam proses pengupasan dan pengolahan, sehingga kegiatan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh nelayan tetapi juga keluarganya.
Data yang dipaparkan dalam visitasi menunjukkan produksi rajungan sepanjang periode 2024 hingga 2026 secara kumulatif mencapai 31.573 kilogram. Sementara itu, pendapatan anggota yang terlibat dalam kegiatan tersebut berada pada kisaran 1,5 juta hingga 6 juta per orang, tergantung aktivitas dan hasil yang diperoleh.
Jaringan pengembangan rajungan juga tidak hanya terbatas di Seruni Mumbul. Kelompok tersebut telah membangun hubungan dengan nelayan di sejumlah wilayah Sumbawa, mulai dari Tarano hingga Dompu, dengan memanfaatkan jaringan yang sebelumnya telah terbentuk melalui aktivitas nelayan.
Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha mengapresiasi peran masyarakat yang selama ini ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Ia juga menilai kiprah Bripka Sony menunjukkan bahwa seorang Bhabinkamtibmas dapat ikut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
“Babin sudah mampu meningkatkan perekonomian melalui proses kepiting rajungan,” ujar Kapolres.
Menurut Kapolres, keberhasilan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Ia juga berharap perhatian terhadap para Bhabinkamtibmas terus ditingkatkan karena mereka menjadi personel yang berinteraksi langsung dengan warga di tingkat desa.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Seruni Mumbul. Sekretaris Desa Seruni Mumbul Bambang Nurdiansyah menilai Bripka Sony tidak hanya menjalankan fungsi menjaga keamanan, tetapi juga aktif membantu pemerintah desa dalam membuka peluang ekonomi melalui pengolahan rajungan.
“Beliau tidak sekadar menjaga ketertiban, tetapi aktif membantu pemerintah desa menggerakkan ketahanan pangan melalui hilirisasi rajungan, membuka lapangan kerja bagi nelayan dan memberikan penghasilan mandiri bagi para istri nelayan,” kata Bambang.
Ia menambahkan, pemberdayaan ekonomi juga dapat memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memiliki kegiatan dan sumber penghasilan akan memiliki peluang lebih besar untuk membangun kehidupan yang stabil. “Ketika masyarakat diberdayakan maka potensi gesekan sosial akan turun dengan sendirinya,” ujarnya.
Bripka Sony sendiri menyampaikan bahwa program tersebut tidak dapat berjalan tanpa dukungan pimpinan, pemerintah desa dan masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Lombok Timur, Kapolsek Pringgabaya dan Pemerintah Desa Seruni Mumbul yang telah memberikan ruang serta dukungan dalam mendampingi masyarakat.
“Terima kasih kepada pimpinan, khususnya Bapak Kapolres Lombok Timur dan Bapak Kapolsek Pringgabaya yang selama ini memberikan dukungan kepada kami sehingga kami bisa berbuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sony.
Masuknya Bripka Sony sebagai salah satu dari dua nominator kategori Perseorangan Prosperity menempatkan program pemberdayaan masyarakat di Desa Seruni Mumbul dalam penilaian tingkat nasional. Sebelumnya, lebih dari 200 anggota Polri mengikuti proses Kompolnas Awards 2026 dan Bripka Sony berhasil masuk dalam jajaran 10 besar sebelum menjalani tahapan visitasi lapangan.
Kompolnas Awards 2026 menggunakan pendekatan 5P, yaitu Prosperity, Planet, People, Partnership dan Peace. Pada kategori Prosperity, penilaian diarahkan pada kontribusi anggota Polri dalam memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui visitasi ini, Kompolnas ingin memastikan bahwa capaian yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Bagi masyarakat Seruni Mumbul, visitasi tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan langsung pengalaman mereka selama didampingi Bripka Sony. Program rajungan yang awalnya berangkat dari potensi laut kini telah melibatkan nelayan, perempuan dan jaringan pemasaran yang lebih luas, sekaligus menjadi contoh bahwa peran Bhabinkamtibmas dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(haii)