

haiinews.com, Lombok Timur – Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, memberikan apresiasi kepada organisasi kepemudaan atau OKP yang mengambil bagian dalam gerakan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apresiasi tersebut disampaikan Kamli saat mengikuti kegiatan konsolidasi bersama sejumlah OKP di Sunrise point, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, pada hari Sabtu, (5/9).
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk respons terhadap bencana gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di NTT dan menyebabkan masyarakat terdampak harus menghadapi berbagai kesulitan pascabencana.
Dalam kesempatan itu, Kamli menilai keterlibatan berbagai organisasi kepemudaan dalam gerakan kemanusiaan menjadi langkah positif yang perlu terus diperkuat. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah merupakan tanggung jawab bersama.
Ia mengatakan, ketika ada masyarakat atau saudara sebangsa yang sedang menghadapi kesulitan, perbedaan organisasi, latar belakang maupun jarak tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak memberikan bantuan.
“Musibah mungkin memisahkan jarak, tetapi kepedulian tidak mengenal batas. Hari ini, kita tidak hanya berbicara tentang bantuan, tetapi tentang hati yang tergerak untuk hadir bagi saudara kita yang ada di NTT,” ujar Kamli.
Menurut Kamli, konsolidasi antara BAZNAS dan sejumlah OKP tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan gagasan dan memperkuat koordinasi sebelum gerakan kemanusiaan dilaksanakan.
Ia menjelaskan, bantuan untuk korban bencana perlu dikelola secara terarah agar setiap pihak yang terlibat dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
Karena itu, Kamli berharap gerakan kepedulian terhadap korban gempa di NTT tidak dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan dibangun melalui kerja sama yang terstruktur dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Kita ingin gerakan ini berjalan bersama, terarah, terstruktur, dan melibatkan lebih banyak pihak sehingga bantuan yang dihimpun benar-benar dapat memberikan manfaat,” katanya.
Ia juga berharap konsolidasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan penyampaian gagasan semata. Menurutnya, pertemuan tersebut harus dilanjutkan dengan langkah konkret dalam bentuk aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak.
Di tempat yang sama, Koordinator Aliansi Peduli NTT, Suparman, mengatakan konsolidasi bersama BAZNAS Lombok Timur dan OKP kedaerahan merupakan langkah awal untuk menyatukan kekuatan pemuda dalam gerakan kemanusiaan.
Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat sedang membutuhkan bantuan. Kepedulian, kata dia, tidak harus menunggu seseorang memiliki kemampuan besar, tetapi dapat dimulai dari kemauan untuk bergerak dan mengajak orang lain ikut mengambil bagian.
“Kita mungkin berbeda organisasi dan latar belakang, tetapi ketika menyangkut kemanusiaan, kita harus berdiri bersama. Dari Lombok Timur, kita kirimkan pesan bahwa saudara kita di NTT tidak sendiri,” tegas Suparman.
Ia menambahkan, gerakan peduli korban gempa NTT tersebut akan dibangun melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas organisasi. Setiap elemen diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Menurut Suparman, kekuatan gerakan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya organisasi yang bergabung, tetapi juga oleh koordinasi dan keseriusan seluruh pihak dalam menjalankan aksi yang telah disepakati bersama.
“Kami ingin gerakan ini benar-benar berjalan dan memberikan manfaat. Karena itu, setiap organisasi dan elemen yang terlibat akan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing agar aksi kemanusiaan ini dapat dilaksanakan secara nyata,” ujarnya menutup pembicaraan.(haii)