Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Wabup Edwin: Mahasiswa Harus Jaga Integritas

Dari Lapas Perempuan Mataram ke Etalase Oleh-Oleh, Produk Warga Binaan Makin Diburu
September 16, 2026
Desil Naik, Warga Lepak Bingung Namanya Tercatat Punya Meter Listrik Daya 2.000 VA
September 18, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengingatkan mahasiswa baru Universitas Hamzanwadi agar tidak hanya mengejar prestasi akademik selama menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan karakter, integritas, etika, serta kepekaan terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Wabup saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Hamzanwadi di GOR YPH PPD NWDI Pancor, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.200 mahasiswa baru.

Dalam kesempatan itu, Wabup menyebut para mahasiswa baru sebagai orang-orang yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia meminta kesempatan tersebut dimanfaatkan secara serius untuk membangun masa depan.

“Adik-adik adalah orang-orang terpilih yang mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Edwin kepada mahasiswa baru.

Ia mengatakan Universitas Hamzanwadi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik. Kampus tersebut, lanjutnya, juga memiliki sejarah dalam melahirkan pemikir, pendidik, dan penggerak pembangunan yang memberikan kontribusi bagi Lombok Timur.

Karena itu, mahasiswa baru diminta memahami nilai yang melekat pada nama besar Universitas Hamzanwadi. Menurut Edwin, perjalanan dan perjuangan yang melahirkan kampus tersebut harus menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan.

“Nama besar Hamzanwadi membawa rekam jejak perjuangan. Karena itu, nilai-nilai integritas dan karakter harus terus dijaga oleh seluruh mahasiswa,” ujarnya.

Wabup menjelaskan kehidupan di perguruan tinggi memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya. Mahasiswa akan dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, menentukan pilihan, membangun hubungan sosial, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya persoalan memperoleh nilai tinggi. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kampus, fakultas, dosen, sesama mahasiswa, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

“Jangan hanya mengejar kecerdasan akademik. Mahasiswa juga harus memiliki karakter yang kuat dan kepekaan sosial,” kata Edwin.

Menurutnya, kepekaan sosial akan membantu mahasiswa memahami berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah diharapkan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat digunakan untuk memberikan manfaat ketika mahasiswa berinteraksi dengan lingkungan.

Selain belajar, Edwin mendorong mahasiswa baru aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, sekaligus memperluas jaringan pertemanan dan pengalaman.

“Silakan aktif berorganisasi. Bangun jejaring, bukan hanya di dalam kampus, tetapi juga lintas kampus dan program studi hingga tingkat nasional,” ajaknya.

Ia menilai jejaring tersebut akan menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun terjun langsung ke masyarakat. Namun, aktivitas akademik dan organisasi tetap harus dijalankan secara seimbang agar tidak mengganggu tujuan utama mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.

Edwin juga menekankan pentingnya menjaga integritas, etika, dan moralitas dalam setiap aktivitas. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan pencapaian akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama berada di perguruan tinggi.

“Prestasi akademik saja tidak cukup kalau tidak dibentengi dengan integritas dan kecerdasan karakter,” tegasnya.

Pesan tersebut dinilai sejalan dengan tema PKKMB Universitas Hamzanwadi 2026, “Bangun Potensi, Satu Karya Hamzanwadi.” Tema tersebut juga menegaskan identitas Universitas Hamzanwadi sebagai perguruan tinggi berbudaya santri yang diarahkan memiliki daya saing hingga tingkat global.

Karena itu, Edwin meminta mahasiswa tetap menjadikan nilai kesantrian sebagai bagian dari perilaku sehari-hari. Integritas, etika, dan moral, menurutnya, harus menjadi pegangan ketika mahasiswa belajar, berorganisasi maupun berinteraksi dengan masyarakat.

Pada bagian akhir, Wabup meminta seluruh mahasiswa baru mengikuti rangkaian PKKMB dengan tertib dan sungguh-sungguh. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan, budaya akademik, aturan, serta kehidupan di Universitas Hamzanwadi.

“ikuti seluruh agenda yang sudah disiapkan panitia. PKKMB ini menjadi langkah awal untuk mengenal kehidupan akademik di Universitas Hamzanwadi,” pungkasnya.

PKKMB yang berlangsung di GOR YPH PPD NWDI Pancor tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Lombok Timur, Rektor Universitas Hamzanwadi, para Wakil Rektor, Dekan, dosen dan staf. Hadir pula jajaran Presiden Mahasiswa (Presma) se-Kabupaten Lombok Timur serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Hamzanwadi.(haii)

Pasang Iklan