

haiinews.com, Lombok Timur – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri Grand Opening sebuah kedai kopi di halaman Gedung Birrul Walidain, Pancor, Kamis (09/07). Dalam kesempatan itu, ia menilai pertumbuhan bisnis kedai kopi di Lombok Timur menjadi salah satu indikator berkembangnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Menurut Wabup, perkembangan kedai kopi di wilayah Pancor hingga Selong berlangsung sangat pesat. Ia mengatakan hampir di setiap ruas jalan utama kini bermunculan kafe yang dikelola anak-anak muda dengan konsep yang kreatif dan mampu menarik minat masyarakat.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa anak-anak muda Lombok Timur memiliki keberanian membangun usaha sendiri dan mampu melihat peluang ekonomi yang terus berkembang,” ujar Edwin.
Ia menjelaskan, kehadiran kedai kopi tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Usaha tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan sektor usaha lainnya.
Wabup juga mengapresiasi konsep usaha yang dijalankan dengan melibatkan kelompok difabel. Menurutnya, langkah tersebut membuktikan bahwa dunia usaha dapat tumbuh seiring dengan meningkatnya kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan ruang berkarya.
“Kami memberikan apresiasi karena usaha ini tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membuka kesempatan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri,” katanya.
Edwin turut memberikan penghargaan kepada Baznas RI yang berhasil membangun kolaborasi bersama perguruan tinggi, lembaga filantropi, dan pelaku usaha kreatif. Ia menilai sinergi tersebut menjadi model pemberdayaan ekonomi yang layak dikembangkan di daerah.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pemerintah daerah berharap pola kerja sama seperti ini mampu menghadirkan lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Lombok Timur terus memperluas ruang ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan publik. Salah satunya dengan mengoptimalkan pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) sebagai ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM.
“Kegiatan seperti CFD dan CFN telah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih hidup dan perputaran uang di tingkat lokal terus meningkat,” ungkapnya.
Wabup juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lombok Timur pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 7,83 persen. Capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan sebagai indikator meningkatnya aktivitas ekonomi daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Berdasarkan data hingga Maret 2026, masih terdapat sekitar 300 ribu kepala keluarga pada kelompok Desil 1 hingga Desil 5 yang membutuhkan penguatan ekonomi.
“Kehadiran usaha seperti kedai kopi ini kami harapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dari bawah sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas,” jelasnya.
Di sisi lain, Edwin menyampaikan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah melalui optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan. Pemerintah juga tetap melanjutkan program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui program Lotim Berkembang guna memudahkan akses permodalan masyarakat.
Sementara itu, Perwakilan Baznas RI Lalu Abdul Muhyi Abidin menjelaskan bahwa gerai tersebut merupakan bagian dari Program Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-Kopi). Ia mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya pelaku usaha mandiri berbasis ekonomi syariah sekaligus membangun budaya berbagi melalui zakat dan sedekah.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Hamzanwadi Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa kerja sama dengan Baznas RI menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kampus yang benar-benar inklusif. Menurutnya, nilai inklusivitas harus diwujudkan dalam tindakan, bukan sekadar slogan atau identitas lembaga.
“Kami ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang sama untuk bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melalui pengelolaan kedai kopi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat melihat bahwa mereka adalah pribadi yang produktif dan mampu mandiri,” tutupnya.(haii)