Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

500 Kuota Untuk Lotim, Bupati Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Kesehatan Mata Gratis

31 Agustus HarLah Lombok Timur, Bupati Siapkan Tabligh Akbar dan Pengobatan Gratis
Agustus 27, 2026
Direksi Berganti, Kredit Macet Jadi Fokus Selaparang Finansial
Agustus 28, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan dan penanganan gangguan kesehatan mata secara gratis yang tersedia melalui program kerja sama lintas sektor di Kabupaten Lombok Timur.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat membuka sarasehan lintas sektor dan tokoh masyarakat dalam rangka promosi pelayanan kesehatan mata dan penanggulangan gangguan penglihatan di Pendopo Bupati Lombok Timur, Kamis (27/8).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), serta The Fred Hollows Foundation dari Australia.

Menurut Bupati, program tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Lombok Timur, khususnya warga yang selama ini mengalami gangguan penglihatan tetapi belum mendapatkan penanganan karena keterbatasan biaya.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat Lombok Timur. Silakan manfaatkan pelayanan ini, karena pemeriksaan dan penanganan gangguan mata, termasuk katarak, dapat dilakukan tanpa dipungut biaya,” ujar Haerul Warisin.

Ia menjelaskan, biaya penanganan penyakit mata di luar program tersebut dapat mencapai sekitar 2,7 juta per orang. Besaran biaya tersebut, menurutnya, dapat berbeda tergantung jenis penyakit dan tingkat keparahan gangguan yang dialami pasien.

Namun, melalui dukungan berbagai pihak dan para donatur, masyarakat yang memenuhi syarat dalam program tersebut dapat memperoleh pelayanan tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri.

Atas terselenggaranya program itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Lombok Timur.

“Semoga para donatur mendapatkan balasan kebaikan dan pahala yang berlipat dari Allah SWT. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengalami gangguan penglihatan,” katanya.

Dalam program pelayanan kesehatan mata tersebut, tersedia sebanyak 800 kuota untuk masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 500 kuota dialokasikan khusus bagi masyarakat Kabupaten Lombok Timur.

Bupati meminta agar kuota yang cukup besar tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tidak sampai tersisa akibat kurangnya informasi di tengah masyarakat.

Karena itu, ia menginstruksikan jajaran pemerintah mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga dusun untuk segera melakukan pendataan terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mata sekaligus menyosialisasikan program tersebut secara luas.

“Saya minta para camat, kepala desa, kepala dusun dan seluruh pihak terkait bergerak. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru tidak mengetahui adanya pelayanan gratis ini,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa pelayanan tersebut hanya akan dilaksanakan selama tiga hari. Menurutnya, masyarakat harus segera memanfaatkan kesempatan yang tersedia karena program serupa belum tentu dapat kembali dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Jangan sampai kesempatan ini terlewat. Kalau pelayanan sudah selesai dan kuotanya tidak dimanfaatkan, masyarakat bisa saja harus menunggu sampai ada program berikutnya,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia, Haerul Warisin juga meminta warga tidak merasa malu atau ragu untuk memeriksakan kondisi mata. Keluhan seperti mata sering berair, penglihatan kabur, atau gangguan lainnya, menurutnya, perlu diperiksa sejak dini agar dapat segera ditangani.

Di hadapan peserta sarasehan, Bupati turut mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas dan anggaran, tetapi juga ditentukan oleh sikap, kepedulian, keramahan, dan cara petugas memperlakukan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

“Pelayanan yang baik harus dirasakan masyarakat. Berikan perhatian, layani dengan ramah dan jangan membuat masyarakat merasa dipersulit. Karena tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada mereka,” pungkas Bupati.(haii)

Pasang Iklan