Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Kenali Potensi Sejak Dini, Siswa SMAN 1 Sakra Ikuti Tes Psikolog

Santunan Di Depan Peserta Pelatihan Vokasi, Begini Pesan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lotim
September 8, 2026
Pendapatan Nambah 193,5 Miliar, Lotim Fokus Perbaiki Jalan Dan Pelayanan
September 9, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – Kepala SMAN 1 Sakra, Muhammad Subandi menyambut baik kunjungan tim program Psikolog Go To School di sekolahnya. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat langsung bagi siswa karena membantu mereka mengenali kemampuan, bakat, minat dan kondisi dirinya sejak kelas X. “Kami sangat menyambut baik program yang disampaikan oleh Rumah Sakit Mutiara Sukma,” ujarnya kepada media ini, Rabu (9/9).

Menurut Subandi, pemetaan potensi penting dilakukan sejak awal agar siswa tidak bingung ketika harus menentukan pilihan pendidikan dan pengembangan diri. Siswa diharapkan dapat mengetahui bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. “Mudah-mudahan ini menjadi salah satu langkah untuk kita bisa mengajak anak-anak memetakan potensi pada diri mereka masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil pemetaan dapat menjadi bahan bagi siswa untuk menentukan kegiatan yang ingin mereka tekuni selama berada di sekolah. Dengan mengetahui potensi masing-masing, siswa dapat memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dan lebih fokus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. “Kalau anak-anak kita tahu peta potensinya, mereka bisa mengembangkan diri dan mengambil ekstrakurikuler,” jelasnya.

Manfaat lainnya berkaitan dengan proses belajar di sekolah. Pemetaan tersebut dapat membantu siswa mengenali mata pelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan dan minat mereka sehingga proses belajar diharapkan menjadi lebih terarah. “Mereka bisa fokus belajar pada mata pelajaran yang lebih sesuai dengan potensi mereka,” ujarnya.

Lebih jauh ia menilai hasil pemetaan dapat membantu siswa ketika menentukan pilihan jurusan. Menurutnya, siswa yang memahami potensi dirinya akan memiliki pertimbangan yang lebih jelas sebelum memilih bidang pendidikan yang akan ditekuni. “Termasuk nanti kira-kira mereka akan mengambil jurusan yang tepat sehingga akan lebih terarah,” katanya.

Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama SMAN 1 Sakra dengan Rumah Sakit Mutiara Sukma NTB. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya mendapatkan penyampaian materi, tetapi juga mengikuti sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui kondisi psikologis dan potensi masing-masing.

Ditempat yang sama, tim Psikolog Klinis RS Mutiara Sukma, Helen, mengatakan program Psikolog Go To School merupakan program rutin yang telah berjalan sejak 2022. Program itu dilaksanakan dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk mendekatkan layanan psikologi kepada siswa. “Masalah kesehatan jiwa juga terjadi di sekolah. Karena itu, kami mendekatkan layanan kepada siswa sehingga aksesnya menjadi lebih dekat,” katanya.

Pada tahap pertama, siswa mengikuti screening kesehatan jiwa. Selain itu, mereka juga menjalani tes inteligensi serta tes minat dan bakat untuk mengetahui potensi yang dapat dikembangkan. “Kita melakukan screening kesehatan jiwa, kemudian tes inteligensi dan minat bakat untuk melihat potensi mereka,” jelas Helen.

Hasil tes tersebut tidak langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi siswa. Tim psikolog terlebih dahulu memeriksa hasilnya sebelum kembali ke sekolah untuk melakukan tahap berikutnya. Langkah tersebut dilakukan karena jawaban siswa dalam proses screening perlu dikonfirmasi kembali.

Sekitar satu minggu setelah tes pertama, tim psikolog kembali ke sekolah untuk melakukan konseling individu. Konseling tersebut diberikan kepada siswa yang mengikuti pemeriksaan pada tahap pertama. “Di sesi kedua kita melakukan konseling kepada semua siswa yang melakukan tes di sesi pertama,” ujar Helen.

Menurut Helen, konseling diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang muncul dalam hasil screening memang dirasakan siswa atau hanya terjadi karena siswa mengisi pertanyaan secara terburu-buru. “Namanya anak-anak, ada yang benar-benar serius dan memang punya keluhan, tetapi ada juga yang mengisi secara asal. Karena itu, di sesi kedua kita konfirmasi,” katanya.

Jika ditemukan siswa yang memiliki indikasi masalah psikologis, tim akan memberikan konseling awal dan menentukan langkah berikutnya sesuai kondisi siswa. Untuk masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, siswa dapat diarahkan mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan terdekat.

Apabila kondisi siswa membutuhkan pemeriksaan lebih serius, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan sekolah dan orang tua. “Kalau masalahnya berat dan membutuhkan penanganan, kami bekerja sama dengan sekolah untuk berkomunikasi dengan orang tua agar siswa bisa mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Helen.

Selain pemetaan potensi, program tersebut juga memberikan edukasi mengenai kesehatan jiwa remaja dan penyalahgunaan NAPZA. Materi ini diberikan agar siswa memiliki pengetahuan dasar mengenai persoalan yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan kehidupan mereka sehari-hari.

Helen mengatakan persoalan yang dihadapi remaja cukup beragam, mulai dari masalah keluarga, pertemanan hingga persoalan akademik. Salah satu perilaku yang juga menjadi perhatian adalah tindakan menyakiti diri sendiri atau self-harm. “Ada yang meluapkan emosinya dengan menyayat tangan. Mereka menyebutnya ‘barcode’,” ungkapnya.

Untuk memperluas akses layanan, RS Mutiara Sukma juga menyediakan program Lapor Budir, yaitu layanan konsultasi daring bagi masyarakat yang mengalami masalah mental emosional, termasuk mereka yang memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.

Psikolog Klinis RS Mutiara Sukma, Widya, mengatakan layanan tersebut dapat dimanfaatkan melalui aplikasi Mutiara Sukma. “Kalau sedang mengalami masalah mental emosional atau ada pikiran bunuh diri, bisa langsung konsultasi. Layanan online ini tersedia 24 jam, aplikasinya bisa di download melalui play store ” katanya.

Melalui program tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui hasil tes, tetapi juga memahami apa yang dapat dilakukan setelah mengetahui potensi dan kondisi dirinya. Bagi sekolah, pemetaan sejak kelas X menjadi bekal agar siswa lebih siap menentukan pilihan pendidikan, mengembangkan kemampuan dan merencanakan masa depan. (haii)

.

Pasang Iklan