Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

MPLS “Ramah”, SMK Negeri 1 Sakra Pamer Hasil Karya Kepada Siswa Baru

BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN hingga Daerah 3T
Juli 14, 2026
MOU BPJS Kesehatan dan Baznas Lotim Jamin 1.000 Warga Miskin Ektrim
Juli 16, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – SMKN 1 Sakra mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar pameran hasil karya seluruh program keahlian. Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah, Rabu (15/07), itu juga dilaksanakan secara langsung (live) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sebanyak delapan program keahlian membuka stan yang menampilkan berbagai hasil produksi dan kompetensi masing-masing jurusan. Pameran tersebut menjadi sarana bagi 635 siswa baru untuk mengenal lebih dekat dunia pembelajaran yang akan mereka tempuh selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Sakra.

Kepala SMKN 1 Sakra, Hamka, mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS saat ini telah berubah menjadi kegiatan yang lebih edukatif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

“Saat ini tidak ada lagi istilah perpeloncoan. Melalui surat edaran Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat, kegiatan tersebut diganti dengan aktivitas yang lebih edukatif, salah satunya melalui gelar karya yang mengusung tema MPLS “RAMAH,” ujar Hamka kepada awak media.

Menurut Hamka, konsep tersebut memberi kesempatan kepada siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah secara langsung melalui karya, produk, dan aktivitas yang ditampilkan oleh masing-masing jurusan. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode orientasi yang bersifat seremonial.

Ia menjelaskan, kegiatan MPLS dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami tata tertib, mengenal budaya sekolah, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan guru maupun sesama siswa.

“Tujuan kami bukan hanya mengenalkan sekolah, tetapi juga menanamkan disiplin, kejujuran, kepedulian, semangat gotong royong, toleransi, serta rasa cinta kepada tanah air sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari SMKN 1 Sakra,” jelasnya.

Selain itu, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah, program pembelajaran, laboratorium, ruang praktik, hingga sistem pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang menjadi ciri pendidikan vokasi.

Dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, pihak sekolah turut memberikan pembekalan mengenai pencegahan perundungan (bullying) serta pentingnya membangun sikap inklusif. Materi tersebut menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan dan menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.

Para siswa baru juga memperoleh penjelasan mengenai bidang keahlian yang tersedia di SMKN 1 Sakra beserta kompetensi yang akan dipelajari. Melalui pengenalan tersebut, siswa diharapkan memahami arah pendidikan vokasi yang akan mereka jalani sesuai program keahlian masing-masing.

Ketua Program Keahlian Usaha Layanan Wisata (ULW), Parihin, S.Pd, ditempat yang sama, mengatakan bahwa jurusan yang dipimpinnya tiga rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran, turut berpartisipasi dalam gelar karya bersama tujuh jurusan lainnya.

“Kami ingin memperlihatkan kepada siswa baru bahwa setiap jurusan memiliki kompetensi yang jelas serta peluang kerja yang luas. Semua program keahlian menampilkan hasil karya terbaik sebagai gambaran proses pembelajaran di SMKN 1 Sakra,” ujar Parihin.

Ia menambahkan, sejumlah program keahlian di SMKN 1 Sakra juga telah melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Lingsar dan LSP P1 Praya. Sertifikasi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.

Parihin mengungkapkan bahwa dari seluruh program keahlian yang ada, jurusan Perhotelan masih menjadi pilihan terbanyak calon peserta didik baru pada tahun ini. Tingginya minat tersebut menunjukkan besarnya peluang kerja di sektor pariwisata dan jasa pelayanan.

Tidak hanya fokus pada pengenalan akademik, sekolah juga mengajak siswa berpartisipasi dalam mendukung program pengendalian inflasi melalui gerakan menanam cabai.

“Setiap siswa akan menerima satu bibit cabai dalam polybag. Bibit itu dirawat hingga berbuah, kemudian hasilnya dapat dimanfaatkan atau dibawa pulang oleh siswa. Kami ingin menanamkan kebiasaan produktif sekaligus kepedulian terhadap ketahanan pangan,” terang Hamka.

Rangkaian MPLS juga diisi dengan pembagian kelompok bimbingan bersama wali kelas, pengenalan organisasi sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler, pendidikan karakter, serta latihan baris-berbaris untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab siswa sejak awal memasuki dunia pendidikan di SMKN 1 Sakra.

Melalui konsep MPLS yang edukatif, kreatif, dan bebas perpeloncoan, SMKN 1 Sakra berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, mengenali potensi dirinya, serta memiliki motivasi tinggi untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian yang dipilih.(haii)

Pasang Iklan