

haiinews.com, Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendukung pelaksanaan Program Desa Berdaya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik pada kegiatan Penyerahan Dukungan Program Peningkatan Kesejahteraan Keuangan Masyarakat di Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung di Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kamis (30/7).
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair mewakili Gubernur NTB, Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo, perwakilan lembaga jasa keuangan, pemerintah desa, serta masyarakat penerima manfaat dari empat desa sasaran.
Dalam sambutannya, Abul Chair menegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa.
“Ujung dari seluruh ikhtiar yang kita lakukan adalah kesejahteraan masyarakat. Itu menjadi tujuan bersama dan alasan kita hadir di sini,” ujar Abul Chair.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menyiapkan kebijakan dan dukungan program, sedangkan para mitra memberikan pendampingan kepada masyarakat. Pemerintah desa bersama warga kemudian menjadi pelaksana utama agar program berjalan secara berkelanjutan.
Abul Chair mengapresiasi konsep Program Desa Berdaya yang tidak hanya menyalurkan bantuan modal, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan akan membantu masyarakat mengembangkan usaha secara lebih sehat dan produktif.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur investasi ilegal maupun pinjaman online yang tidak berizin karena berpotensi menimbulkan kerugian.
“Gunakan lembaga keuangan yang resmi dan terpercaya. Jangan sampai bantuan yang diterima justru tidak memberikan manfaat karena salah dalam mengelola keuangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo mengatakan Program Desa Berdaya merupakan bentuk kolaborasi OJK Pusat, OJK Provinsi NTB, pemerintah daerah, serta berbagai mitra strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Menurut Rudi, program tersebut difokuskan pada empat desa, yakni Desa Lendang Nangka Utara di Kabupaten Lombok Timur, Desa Mangkung di Kabupaten Lombok Tengah, Desa Buwun Mas di Kabupaten Lombok Barat, dan Desa Mekar Sari di Kabupaten Sumbawa.
“Kami ingin memastikan masyarakat desa tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik melalui pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan OJK dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan perlindungan konsumen, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Rudi mengungkapkan, tingkat literasi keuangan masyarakat saat ini berada pada kisaran 66 persen. OJK menargetkan angka tersebut dapat meningkat hingga mendekati 90 persen melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama keagenan antara perbankan syariah dan pendamping desa. Selain itu, Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara menandatangani kesepakatan dengan pihak offtaker sebagai pembeli hasil usaha masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang transparan, perwakilan masyarakat dari empat desa sasaran turut menandatangani Pakta Integritas sebelum menerima bantuan program.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah lembaga keuangan dan mitra strategis menyerahkan bantuan modal usaha, buku tabungan, serta fasilitas transaksi digital QRIS kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi di tingkat desa.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, OJK, lembaga keuangan, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Desa Berdaya diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi, memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.(haii)