

haiinews.com, Lombok Timur – MTs Negeri 1 Lombok Timur menerima sebanyak 451 peserta didik baru pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Seluruh siswa baru mengikuti Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA), sebuah program pengenalan lingkungan madrasah yang mengedepankan pendidikan karakter, ramah anak, dan pembentukan budaya madrasah sejak hari pertama.
Kepala MTs Negeri 1 Lombok Timur, H. Bahjan, SE., M.E., mengatakan bahwa istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di lingkungan madrasah menggunakan istilah MATAMUDA sesuai kebijakan Kementerian Agama.
“Apapun istilahnya, yang terpenting adalah bagaimana MATAMUDA mampu menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi murid baru. Mereka harus merasakan bahwa madrasah adalah rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” ujarnya kepada media ini, Senin (20/7).
Menurut Bahjan, pihak madrasah akan terus mempelajari petunjuk teknis terbaru yang diterbitkan Direktorat KSKK Madrasah sebagai pedoman dalam menyusun dan menyempurnakan pelaksanaan MATAMUDA agar selaras dengan kebijakan pemerintah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MATAMUDA tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, kedisiplinan, karakter, serta budaya madrasah kepada seluruh peserta didik baru.
“Tujuan utama MATAMUDA adalah membentuk karakter yang humanis, menumbuhkan kasih sayang, kepedulian terhadap lingkungan, menghargai sesama, mencintai bangsa dan negara, serta mewujudkan madrasah yang bebas dari perundungan atau bullying,” katanya.
Bahjan menegaskan, MTs Negeri 1 Lombok Timur berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk hukuman fisik maupun hukuman yang tidak mendidik.
“Misalnya anak terlambat masuk sekolah, tidak boleh dihukum push up, berdiri di depan kelas, atau disuruh berlari. Hukuman harus bersifat edukatif, membangun kesadaran, dan dilandasi kasih sayang. Pendekatan seperti itulah yang kami terapkan kepada peserta didik,” tegasnya.
Ia menilai pendekatan yang mengedepankan pembinaan dan kasih sayang akan jauh lebih efektif dalam membentuk karakter dibandingkan hukuman fisik yang berpotensi menimbulkan rasa takut maupun trauma pada anak.
Pelaksanaan MATAMUDA tahun ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 13 Juli sampai dengan tanggal 15 Juli 2026. Selama kegiatan tersebut, siswa baru mendapatkan berbagai materi yang mendukung pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.
“Peserta dibekali materi kedisiplinan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, kesehatan lingkungan, serta pendidikan karakter. Kami juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, BNN, dan Kepolisian untuk memberikan pembekalan secara langsung,” jelasnya.
Selain itu, seluruh rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembelajaran mengenai akhlakul karimah, adab bergaul, penguatan literasi, serta pembinaan mental agar para siswa mampu bersaing secara sehat hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
“Kami ingin anak-anak memiliki akhlak yang baik, semangat belajar yang tinggi, literasi yang kuat, serta mental yang tangguh agar mampu berkompetisi sampai ke tingkat internasional,” ungkap Bahjan.
Ia berharap seluruh peserta didik mampu mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama MATAMUDA dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
“Komitmen kami adalah mewujudkan madrasah yang bebas bullying, berani mengatakan tidak terhadap narkoba, menghindari permainan yang tidak bermanfaat, serta menjadikan kasih sayang dan akhlakul karimah sebagai budaya di lingkungan sekolah,” katanya.
Di akhir keterangannya, Bahjan juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama dalam menjaga pola makan, kesehatan, serta kedisiplinan di rumah.
“Percuma anak pintar kalau tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Karena itu, peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter sekaligus mendukung prestasi anak. Jika sekolah dan orang tua berjalan bersama, insyaallah semua harapan untuk masa depan anak akan lebih mudah diwujudkan,” pungkasnya.(haii)