Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

SMKN 2 Selong Gandeng Pare Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Siswa

PDAM Giri Menang Jual Mata Air Desa Peresak, Warganya Malah Kesulitan Air Bersih
Juli 24, 2026
Gelar Peringatan HBDI Ke-118, Bupati Lotim: Dokter Pilar Utama Kemajuan Daerah
Juli 26, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – SMK Negeri 2 Selong terus memperkuat kompetensi peserta didik melalui program unggulan penguatan bahasa asing, khususnya bagi siswa Program Keahlian Perhotelan dan Usaha Layanan Wisata. Program tersebut dirancang sebagai bekal utama agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja yang menuntut kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.

Kepala SMKN 2 Selong, Haji Sahlan, menjelaskan, kebutuhan penguasaan bahasa asing menjadi perhatian serius karena sebagian besar lulusan jurusan pariwisata akan bekerja di sektor yang tidak dapat dipisahkan dari interaksi dengan warga negara asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi telah menjadi kebutuhan dasar di dunia industri pariwisata.

“Kami harus memberikan perlakuan khusus kepada siswa jurusan pariwisata. Dua tahun ke depan mereka akan lulus dan hampir dipastikan akan bertemu dengan wisatawan asing ketika bekerja. Karena itu mereka harus siap berkomunikasi dengan baik,” ujarnya, kepada awak media diruang kerjanya, Sabtu, (25/07).

Ia mengatakan, untuk tahap awal sekolah memfokuskan pembelajaran pada pendalaman bahasa Inggris. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Cambridge English Course Pare, Kediri, Jawa Timur, yang menghadirkan tutor berpengalaman, Mr. Mulyono, untuk memberikan pembelajaran secara intensif kepada para siswa.

“Untuk sementara ini kami fokus pada bahasa Inggris. Kami membangun kemitraan dengan Cambridge English Course Pare agar siswa mendapatkan pembelajaran yang lebih efektif sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri mereka saat berbicara dengan orang asing,” katanya.

Menurutnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Sekolah juga menerapkan metode belajar langsung melalui kegiatan studi lapangan ke Gili Trawangan, sehingga siswa memperoleh pengalaman nyata berinteraksi dengan wisatawan mancanegara.

“Salah satu metode yang kami gunakan adalah membawa siswa ke Gili Trawangan. Di sana mereka ditantang untuk berbicara langsung dengan wisatawan asing. Tutor juga memberikan penghargaan kepada siswa yang paling aktif dan paling banyak berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, perubahan kemampuan siswa terlihat cukup signifikan setelah mengikuti program tersebut. Rasa malu dan kurang percaya diri yang sebelumnya dimiliki peserta didik mulai berkurang karena mereka memperoleh pendampingan yang tepat dan suasana belajar yang menyenangkan.

“Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah tidak takut lagi berbicara dalam bahasa Inggris. Mereka belajar dengan enjoy dan bahagia. Ternyata belajar bahasa itu tidak sesulit yang dibayangkan, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar,” ungkapnya.

Pada kegiatan evaluasi, Kepala SMKN 2 Selong juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mengembangkan kemampuan diri. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan selalu diawali dengan kemauan yang kuat.

“Saya sampaikan kepada mereka, where there is a will, there is a way. Di mana ada kemauan, di situ Insya Allah ada jalan. Kalimat itu saya harapkan menjadi motivasi agar mereka terus meningkatkan kemampuan berbahasa asing,” tuturnya.

Program tersebut diikuti sekitar 102 siswa yang berasal dari tiga kelas, yaitu XI Perhotelan 1, XI Perhotelan 2, dan XI Usaha Layanan Wisata. Mereka dipersiapkan sejak dini agar mampu menghadapi praktik kerja lapangan maupun memasuki dunia kerja setelah lulus.

Ia menilai metode pembelajaran yang diterapkan Cambridge English Course layak menjadi inspirasi bagi guru bahasa Inggris di sekolah. Seluruh siswa dilibatkan secara aktif dalam berbagai aktivitas sehingga tidak ada peserta yang hanya menjadi penonton selama proses belajar berlangsung.

“Saya melihat pengelolaan pembelajarannya sangat menarik. Semua siswa aktif, ada yang menjadi pembawa acara, memainkan berbagai permainan edukatif, melayani tamu, hingga melakukan simulasi profesi. Seluruh aktivitas dilakukan menggunakan bahasa Inggris dan hasilnya cukup baik,” katanya.

Kepala sekolah menegaskan program tersebut sepenuhnya dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Seluruh siswa mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya sebagai bentuk komitmen sekolah memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

“Sampai hari ini tidak ada satu rupiah pun yang kami minta dari siswa. Seluruh kegiatan dibiayai melalui dana BOS karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja. Ke depan kami juga akan memperluas kerja sama, termasuk membuka peluang pembelajaran bahasa Jerman dan bahasa Jepang untuk mendukung program magang luar negeri,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, salah seorang siswa peserta program mengaku sangat menikmati metode pembelajaran yang diterapkan. Menurutnya, proses belajar dibuat lebih menarik melalui permainan, simulasi profesi, dan pembagian peran sehingga peserta terdorong untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris tanpa merasa terbebani.

“Awalnya kemampuan bahasa Inggris kami sekitar 30 persen. Setelah mengikuti program ini kemampuan kami meningkat hingga sekitar 60 persen. Cara belajarnya menyenangkan karena sambil bermain, jadi kami lebih berani berbicara dan lebih mudah memahami materi. Kami berharap metode seperti ini juga bisa diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah,” ujarnya.(haii)

Pasang Iklan