Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Ramai Soal Data Desil, Wabup Lotim Minta Desa Bantu Warga Benahi Data

Diduga Terjebak Modus Hipnotis, Oknum DPRD Lotim ngaku Saldo Terkuras
Agustus 30, 2026
Lepas Jamaah Umroh SMART, Bupati Lotim Singgung Desil Bermasalah
September 3, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – Persoalan data desil yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat menjadi perhatian Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Ia meminta pemerintah desa bersama masyarakat aktif melakukan pemutakhiran data agar berbagai bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nurul Ijtihad, Dusun Benteng Utara, Desa Landang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Rabu (2/9/2026).

Dalam sambutannya, Edwin mengakui persoalan desil saat ini menjadi pembicaraan di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang mempertanyakan kategori desil mereka, terutama ketika data tersebut berkaitan dengan peluang memperoleh bantuan sosial maupun program pemerintah lainnya.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa data desil tidak muncul tanpa proses. Data tersebut merupakan bagian dari hasil pendataan masyarakat yang dilakukan melalui sistem pendataan kesejahteraan sosial dan melibatkan berbagai pihak hingga ke tingkat desa.

“Data ini harus benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat. Kalau ada yang tidak sesuai, tentu harus dilakukan pembaruan,” kata Edwin.

Ia menjelaskan, kondisi kehidupan masyarakat tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Ada warga yang sebelumnya tergolong mampu kemudian mengalami kesulitan ekonomi, sementara ada pula yang kondisi ekonominya sudah membaik dibandingkan sebelumnya.

Perubahan kondisi tersebut, menurut Wabup, harus diikuti dengan perubahan data. Jika data tidak diperbarui, maka berpotensi menimbulkan persoalan dalam penyaluran program, termasuk kemungkinan warga yang membutuhkan justru tidak terakomodasi.

“Jangan sampai masyarakat yang seharusnya berhak mendapatkan bantuan malah tidak terdata, sementara data yang sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan tetap digunakan,” ujarnya.

Karena itu, Edwin meminta masyarakat tidak hanya menyampaikan keluhan ketika menemukan data yang dianggap tidak sesuai. Warga juga didorong untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa agar perubahan kondisi sosial dan ekonomi dapat masuk dalam proses pemutakhiran data.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki peran penting karena aparat di tingkat desa lebih dekat dengan masyarakat dan mengetahui perkembangan kondisi warga di wilayahnya masing-masing.

Menurut Edwin, ketepatan data merupakan salah satu kunci agar kebijakan pemerintah dapat berjalan efektif. Sebab, program bantuan yang nilainya besar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila dasar data yang digunakan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sendiri, lanjutnya, tengah mendorong program perlindungan sosial atau Perlinsos. Program tersebut salah satunya diarahkan untuk melakukan pembaruan data masyarakat agar pelaksanaan program pemerintah semakin tepat sasaran.

“Data yang baik akan membantu pemerintah menentukan siapa yang harus diprioritaskan. Karena itu, pemutakhiran data ini penting dan harus dilakukan secara serius,” katanya.

Selain persoalan bantuan sosial, Wabup juga menyinggung pelayanan kesehatan masyarakat melalui program BPJS Kesehatan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat sesuai dengan mekanisme dan kategori kepesertaan yang berlaku.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga terus mendorong terbukanya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Salah satu program yang disampaikan adalah Sekolah Rakyat untuk jenjang pendidikan SD hingga SLTA.

Menurut Wabup, program tersebut menyasar anak-anak yang berasal dari keluarga pada kelompok desil 1 hingga desil 4. Karena itu, kembali lagi, ketepatan data menjadi hal penting agar anak-anak yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Edwin juga meminta pemerintah desa mulai memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan Pendapatan Asli Desa atau PADes.

“Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah desa harus lebih kreatif. Jangan hanya menunggu anggaran, tetapi lihat potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.

Ia menilai Desa Landang Nangka Utara memiliki sejumlah potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, sejumlah program pemerintah, termasuk Desa Berdaya, juga masuk ke wilayah tersebut dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan serta perekonomian desa.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, TGH. Ismail Thohir menyampaikan berbagai keistimewaan Nabi Muhammad SAW, mulai dari bulan kelahiran, tanah kelahiran, hingga sejumlah tempat yang memiliki kaitan dengan perjalanan Rasulullah SAW.

Ia menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui pembacaan shalawat serta dengan meneladani akhlak dan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.(haii)

Pasang Iklan