

haiinews.com, Lombok Timur – Ketua PERTINA Kabupaten Lombok Timur, Soeroto, menyampaikan kabar membanggakan dari arena pertandingan tinju Porprov NTB yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Sabtu (18/7/2026). Ia mengungkapkan bahwa para petinju Lombok Timur berhasil menunjukkan performa terbaik pada partai final.
“Soal hasil pertandingan hari ini tentu sangat membanggakan. Dari atlet yang tampil di babak final, tiga orang berhasil meraih medali emas, satu atlet memperoleh medali perak, dan sebelumnya dua atlet lainnya telah menyumbangkan medali perunggu,” ujar Soeroto.
Menurut Soeroto, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet tinju di Kabupaten Lombok Timur mulai menunjukkan hasil yang nyata. Prestasi itu juga menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus meningkatkan kemampuan mereka pada ajang-ajang berikutnya.
Partai final cabang olahraga tinju digelar di Gelanggang Pemuda Mataram pada Sabtu, 18 Juli 2026. Sejumlah petinju terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di NTB saling berhadapan memperebutkan medali emas di setiap kelas pertandingan.
“Soal atlet putri, Naila telah memberikan penampilan terbaiknya meskipun harus puas berada di posisi kedua,” kata Soeroto.
Naila yang turun pada kelas 52 kilogram putri harus mengakui keunggulan lawannya di partai final. Meski belum berhasil meraih emas, ia tetap mempersembahkan medali perak bagi Kabupaten Lombok Timur setelah melalui rangkaian pertandingan yang cukup kompetitif.
“Soal medali emas pertama, Deo Rendy tampil sangat baik dan berhasil mengalahkan petinju asal Kabupaten Sumbawa,” ungkap Soeroto.
Kemenangan tersebut mengantarkan Deo Rendy menjadi juara di kelas 54 kilogram. Penampilannya dinilai konsisten sejak babak penyisihan hingga partai puncak sehingga berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Lombok Timur.
“Soal emas berikutnya diraih M. Pajri. Ia mampu mengalahkan petinju asal Kabupaten Lombok Tengah pada partai final,” lanjutnya.
M. Pajri memastikan dirinya menjadi juara di kelas 63,5 kilogram. Keberhasilannya menambah koleksi medali emas Lombok Timur sekaligus memperkuat posisi kontingen pada cabang olahraga tinju.
“Soal Ahmad Siddiqurrahman, ia juga tampil luar biasa hingga mampu meraih medali emas,” kata Soeroto.
Ahmad Siddiqurrahman yang bertanding di kelas 60 kilogram berhasil mengalahkan petinju asal Kabupaten Dompu pada laga final. Kemenangan tersebut melengkapi raihan tiga medali emas yang diraih tim tinju Lombok Timur pada hari terakhir pertandingan.
Soeroto menjelaskan bahwa empat atlet yang tampil di partai final merupakan hasil pembinaan Lotim Boxing Camp (LBC). Sebagian besar dari mereka masih tergolong atlet pendatang baru di cabang olahraga tinju.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan Lotim Boxing Camp berjalan dengan baik. Atlet-atlet muda kita mampu bersaing bahkan menjadi juara di tingkat provinsi,” tegas Soeroto.
Ia berharap keberhasilan tersebut tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Menurutnya, hasil yang diraih pada Porprov NTB harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas latihan agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
Keberhasilan meraih tiga medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu menjadi pencapaian yang membanggakan bagi kontingen tinju Kabupaten Lombok Timur. Hasil itu sekaligus memperlihatkan potensi besar atlet-atlet muda daerah yang lahir dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan raihan tersebut, cabang olahraga tinju diharapkan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara konsisten. Prestasi yang ditorehkan para petinju muda Lombok Timur di Porprov NTB 2026 diharapkan menjadi awal lahirnya petinju-petinju berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.(haii)