

haiinews.com, Lombok Timur – Pondok pesantren dinilai memiliki peran besar dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk karakter generasi muda di Lombok Timur. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini turut mencerdaskan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian yang dirangkaikan dengan Haul ke-18 pendirinya, TGH. Ma’shum Qasim.
Menurut Bupati, pemerintah memiliki alasan kuat untuk berterima kasih kepada pondok pesantren karena telah mengambil bagian dalam menyediakan layanan pendidikan yang tidak seluruhnya mampu dipenuhi oleh pemerintah.
“Pemerintah harus berterima kasih kepada pondok pesantren. Mereka telah membantu menyediakan pendidikan bagi masyarakat dan ikut mencerdaskan generasi bangsa,” ujar Haerul Warisin.
Ia menilai keberadaan Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian menjadi bukti nyata besarnya kontribusi lembaga pendidikan swasta terhadap dunia pendidikan di Lombok Timur. Pada tahun ajaran ini, pesantren tersebut tercatat menampung sekitar 1.400 siswa.
Besarnya jumlah santri yang menempuh pendidikan di pesantren itu, lanjutnya, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Kondisi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pondok pesantren tetap menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga.
Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai perjuangan para ulama terdahulu yang telah membangun pondasi pendidikan Islam di Lombok Timur jauh sebelum fasilitas pendidikan berkembang seperti saat ini.
“Kalau tidak ada Al-Maghfurullah, para tuan guru dan para pendahulu kita di Pancor, tentu pendidikan di Lombok Timur akan jauh lebih berat. Di mana masyarakat akan bersekolah dan menimba ilmu. Karena itu pemerintah harus bersyukur,” katanya.
Selain memberikan pendidikan formal, Bupati menilai pondok pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk akhlak, kedisiplinan, kemandirian, serta kesederhanaan para santri. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
Atas dasar itu, Haerul Warisin berharap lulusan pondok pesantren mampu bersaing pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, termasuk memanfaatkan peluang pendidikan di Sekolah Garuda yang akan dibangun di Lombok Timur.
“Kami berharap banyak santri dari pondok pesantren dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Garuda. Alhamdulillah, pembangunan sekolah tersebut sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat sarana dan prasarana yang dimiliki.
“Kami akan terus mendukung pengembangan pondok pesantren ini agar semakin maju, baik dari sisi pembangunan fisik maupun peningkatan kualitas pendidikannya,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Haerul Warisin juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Ia mengatakan, sambil menunggu pembangunan sekolah selesai, kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur serta gedung bekas Akademi Keperawatan.
Peringatan HUT ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan santri, alumni, serta masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mengenang jasa TGH. Ma’shum Qasim yang telah meletakkan dasar pengembangan pendidikan di pondok pesantren tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Pengurus Besar NWDI TGH. Zainul Majdi, Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, unsur Forkopimda, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(haii)