

haiinews.com, Lombok Timur – Program Indonesia Pintar (PIP) kembali disalurkan kepada ratusan siswa di SMP Negeri 2 Sakra Timur. Bantuan pendidikan yang merupakan program pemerintah pusat tersebut diserahkan kepada siswa penerima manfaat melalui jalur aspirasi anggota DPR RI Komisi X.
Anggota DPR RI Komisi X, Lalu Ari, menunjuk anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, Hasbullah, sebagai perwakilan untuk menghadiri sekaligus mengawal penyaluran bantuan PIP kepada para siswa dan wali murid di sekolah tersebut.
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan wali murid itu, Hasbullah menjelaskan bahwa PIP merupakan program pemerintah pusat yang dijalankan melalui kemitraan Komisi X DPR RI dengan sektor pendidikan untuk membantu kebutuhan belajar siswa.
Hasbullah menyampaikan bahwa sebanyak 270 siswa SMP Negeri 2 Sakra Timur menerima bantuan Program Indonesia Pintar pada tahun ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan keluarga sekaligus mendukung kelangsungan belajar siswa.
Di hadapan para wali murid, anggota DPR-RI komisi sepuluh, yang akrab di panggil Lalu Arie, melalui anggota DPRD kabupaten Lombok timur Hasbullah menegaskan bahwa dirinya turun langsung mengawal proses penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk memastikan bantuan diterima secara utuh oleh para penerima manfaat.
“Saya di perintah oleh beliau (lalui arie:red) untuk turun langsung agar tidak terjadi pemotongan terhadap bantuan yang menjadi hak siswa penerima PIP,” ujar Hasbullah di hadapan wali murid.
Ia berharap dana yang diterima para siswa dapat dimanfaatkan sesuai tujuan program. Bantuan tersebut diharapkan digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah, buku, maupun kebutuhan belajar lainnya.
“Semoga bantuan aspirasi PIP ini benar-benar dipergunakan untuk menunjang pendidikan anak-anak kita,” katanya.
Pada kesempatan itu, Hasbullah juga menyampaikan pesan dari Lalu Ari kepada seluruh penerima bantuan. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga transparansi dan memastikan seluruh dana diterima oleh siswa sesuai ketentuan.
“Lalu Ari berpesan bahwa tidak boleh ada pemotongan sepeserpun terhadap bantuan PIP yang diterima siswa,” tegasnya.
Selain itu, para wali murid diingatkan agar tidak menganggap bantuan PIP sebagai program yang pasti diterima setiap tahun. Menurut Hasbullah, kondisi keuangan negara yang saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran dapat memengaruhi jumlah penerima maupun kuota bantuan pada tahun-tahun berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan PIP diberikan berdasarkan data dan kuota yang tersedia setiap tahun. Karena itu, penerima manfaat diminta memanfaatkan bantuan yang diterima saat ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan pendidikan.
Hasbullah juga menjelaskan bahwa seluruh bantuan disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima. Nama-nama siswa yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan sudah memiliki rekening bank yang digunakan untuk proses pencairan dana.
Apabila terdapat kendala dalam proses pencairan maupun administrasi rekening, wali murid diminta segera berkoordinasi dengan pihak sekolah. Dengan demikian, setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti sehingga bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh siswa sesuai dengan tujuan program.(haii)