Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Di Yayasan Yadinu Masbagik, Bupati Ingatkan Pejabat: Melayani Rakyat Jangan Setengah Hati

Bupati Lotim: Pejabat Itu Pelayan, Bukan Datu, Maka Layani Masyarakat Dengan Ramah
Agustus 25, 2026
31 Agustus HarLah Lombok Timur, Bupati Siapkan Tabligh Akbar dan Pengobatan Gratis
Agustus 27, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Yadinu Masbagik, Rabu (26/08). Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan sejumlah agenda pemerintah daerah, mulai dari Hari Jadi Lombok Timur, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat melalui zakat, hingga peningkatan pelayanan kesehatan.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan memperingati Hari Jadi Lombok Timur ke-131 pada 31 Agustus 2026. Penetapan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Hari Jadi Lombok Timur.

Menurut Haerul Warisin, penetapan usia Lombok Timur ke-131 didasarkan pada Staatblad Nomor 181 Tahun 1895 yang diterbitkan pada 31 Agustus 1895. Dokumen tersebut menjadi salah satu dasar penetapan wilayah pemerintahan Lombok Timur pada masa Hindia Belanda.

Ia menegaskan, peringatan Hari Jadi Lombok Timur tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengingat sejarah dan melihat kembali perkembangan pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan melibatkan masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan.

“Peringatan Hari Jadi Lombok Timur harus menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat semangat kita dalam membangun daerah,” kata Haerul Warisin.

Rangkaian peringatan tahun ini akan diisi dengan pengajian akbar bersama Tuan Guru Bajang, bazar UMKM, serta berbagai hiburan bagi masyarakat. Pemerintah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi.

Selain agenda peringatan hari jadi, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur, terutama jalan, masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Perbaikan dilakukan secara bertahap terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Haerul Warisin mengatakan pemerintah menargetkan seluruh ruas jalan rusak di Lombok Timur dapat ditangani secara bertahap hingga 2030. Menurutnya, kondisi infrastruktur sangat berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Jalan sangat penting karena Lombok Timur merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan. Infrastruktur menjadi dasar yang sangat penting untuk membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong penguatan program pemberdayaan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah. Bupati meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus meningkatkan pengumpulan dana dari para muzakki agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Salah satu bentuk pemanfaatan dana tersebut adalah dukungan terhadap masyarakat melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang pembiayaannya ditanggung BAZNAS Kabupaten Lombok Timur. Bupati berharap program tersebut dapat terus diperluas sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan agar dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan asnaf. Dengan demikian, dana umat dapat memberikan manfaat yang jelas dan tepat sasaran.

Pada sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada 2026 mengalokasikan anggaran sekitar 143 miliar untuk membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat yang menjadi tanggungan pemerintah daerah. Anggaran tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada di kisaran 98 miliar.

Menurut Bupati, peningkatan anggaran tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan. Pemerintah, kata dia, tidak hanya berkewajiban menyediakan program, tetapi juga memastikan pelayanan yang diterima masyarakat berjalan dengan baik.

“Pemerintah adalah pelayan masyarakat. Karena itu, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus maksimal,” tegas Haerul Warisin.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Yadinu, H. Ansorullah, menyampaikan bahwa Yayasan Yadinu saat ini mengelola 11 lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, yang tersebar di tiga kecamatan. Sebanyak tujuh lembaga berada di Kecamatan Masbagik, tiga di Kecamatan Pringgasela, dan satu lembaga berada di Kecamatan Wanasaba. Secara keseluruhan, lembaga pendidikan di bawah Yayasan Yadinu memiliki sekitar 1.532 santri dan didukung 190 tenaga pendidik.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut juga dirangkaikan dengan pengajian dan pemberian santunan secara simbolis kepada anak yatim dan piatu. Sebanyak 73 anak yatim dan piatu tercatat menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah, pengurus yayasan, tenaga pendidik, santri, dan masyarakat dalam kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.(haii)

Pasang Iklan