Haii News - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

277 Siswa SDN 1 Lepak Terima Bantuan PIP. Wali Murid: Bantu Juga Revitalisasi Pak Dewan..!

PIP 270 Siswa SMPN 2 Sakti Cair, Pesan Lalu Ari: Dana PIP Tidak Boleh Dipotong Sepeserpun
Juni 17, 2026
Pasien Patah Tulang Pulang Paksa, Ormas “Kris Sasak” Geruduk RSUD Selong
Juni 19, 2026

haiinews.com, Lombok Timur – Sebanyak 277 siswa SD Negeri 1 Lepak, Kecamatan Sakra Timur, menjadi penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan aspirasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB NTB, Haji Lalu Hadrian Irfani.

Dari total 360 siswa yang tercatat di sekolah tersebut, 277 siswa mendapatkan bantuan pendidikan dari dana aspirasi Lalu Arie, panggilan akrab Lalu Hadrian Irfani yang disalurkan melalui program indonesia pintar.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung dengan dihadiri ratusan wali murid serta para guru. Ditempat itu, Lalu Arie tidak dapat hadir secara langsung namun diwakili oleh Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, Hasbullah.

Dalam sambutannya, Hasbullah menyampaikan pesan dari Lalu Arie terkait pentingnya menjaga transparansi dalam penyaluran bantuan pendidikan kepada para siswa penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut harus diterima secara utuh oleh siswa sesuai ketentuan yang berlaku.

“Lalu Arie berpesan agar tidak ada pemotongan dalam penyaluran Program Indonesia Pintar. Bantuan ini merupakan hak siswa yang harus diterima penuh sesuai jumlah yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Hasbullah saat menyampaikan pesan tersebut kepada wali murid dan pihak sekolah.

Menurutnya, pesan itu disampaikan berdasarkan pengalaman penyaluran PIP pada tahun 2025. Saat itu, kata dia, masih ditemukan laporan adanya pemotongan bantuan yang seharusnya diterima oleh siswa penerima program.

Ia menjelaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat yang disalurkan kepada siswa yang memenuhi kriteria penerima. Karena keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, tidak semua siswa dapat memperoleh bantuan tersebut.

“Karena ini program pemerintah dengan jumlah penerima yang telah ditentukan, maka tidak semua siswa bisa mendapatkan bantuan. Namun bagi yang menerima, haknya harus diberikan secara penuh tanpa potongan,” katanya.

Hasbullah menjelaskan bahwa setiap siswa penerima di tingkat sekolah dasar memperoleh bantuan sebesar 450 ribu. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, seperti membeli perlengkapan sekolah dan kebutuhan belajar lainnya.

“Lalu Arie berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang pendidikan anak-anak sehingga dapat membantu meringankan beban orang tua,” lanjutnya.

Sedangkan siswa yang telah memiliki rekening, diperkirakan bantuan sudah masuk sejak bulan Maret. Sementara bagi siswa yang belum memiliki rekening atau mengalami kendala administrasi, diminta segera berkoordinasi dengan pihak sekolah agar proses penyaluran dapat diselesaikan.

Ditempat yang sama, salah seorang wali murid atas nama Mulianah, warga Desa Lepak, menyampaikan pertanyaan dan harapan kepada perwakilan DPRD yang hadir. Ia menanyakan jadwal penyaluran bantuan PIP dalam satu tahun serta menyampaikan kondisi ruang kelas yang dinilai kurang layak digunakan.

“Kalau bantuan ini disalurkan berapa kali dalam setahun, dan kami juga berharap ada perhatian terhadap ruang kelas yang kondisinya sudah kurang layak,” ungkap Mulianah.

Menanggapi hal tersebut, Hasbullah menjelaskan bahwa Program Indonesia Pintar pada dasarnya merupakan bantuan yang disalurkan setiap tahun kepada siswa yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat sesuai data dan ketentuan yang berlaku.

Terkait kondisi ruang kelas yang disampaikan wali murid, Hasbullah berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Lalu Arie untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut. Ia berharap usulan perbaikan fasilitas sekolah dapat menjadi salah satu prioritas yang diperjuangkan melalui jalur yang tersedia.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain dihadiri para guru dan tenaga pendidik, ratusan wali murid terlihat memadati dua ruang kelas yang digunakan sebagai lokasi kegiatan. Sebagian peserta bahkan memenuhi area halaman sekolah untuk mengikuti jalannya sosialisasi dan penyaluran bantuan hingga selesai.(haii)

Pasang Iklan