

TROPONGDESA.COM, Lombok Timur – Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio, SIK, MH bersama rombongan melakukan silaturahmi sekaligus solat Jum’at bersama jamaah masjid Nurul Iman Dusun Ketembong Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela. Pada kesempatan ini juga, ia bersama rombongan mendatangi LKSK Pantai Asuhan yayasan Ampera untuk menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu, pada Jum’at (11/06).
Agenda rutin yang di lakukan orang nomor satu di institusi kepolisian Lombok timur ini, menyebutnya sebagai program Jum’at Berkah. sekira pukul 12.00 WITA, Kapolres sudah tiba di masjid Nurul Iman dan disambut para jamaah dan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Terlihat Pejabat Kepolisian (PJU) Yang ikut dalam rombongan Kapolres kali ini, diantaranya, Kasat Binmas Polres Lotim, IPTU H. Muh. Sapawi, Kapolsek Pringgasela, IPTU Muh. Zulmajdi, SH, Kapolsek Suela, KBO Lantas IPTU Naswin H, Anggota Sat Binmas, Anggota Sat Lantas.
Kapolres yang dikenal dekat dengan para ulama ini tetap didampingi oleh puluhan tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Lombok Timur, diantaranya, TGH. Mujtahin ,SP.d,. MS.i, TGH. Ahmad Mansyur S.Hi, TGH. Muhammad Husnan M.Pd, Ustad Kartibin Nur, Ustadz Ahmadi S.Pd, Ustadz Iratih S.Pd.i, Ustadz Hj. Sapudin, Ustadz H. Hamzanwadi S.Pd, Ustadz M. Tajri QH, Ustadz Sopiandi S.Ap, Ustadz L. Awaludin, Ustadz Zulkarnaen, Ustadz. H. M. Yunus, Ustadz M. Zainal Abidin, Ustaz Nazri QH, Ustadz Mukhsin, QH S.Ag, Ustad H. Abdul Muis, Ustadz. H. Mas ud, Ustadz H. Sabilun, Ustadz Ahmad. Jayadi.
Dalam sambutannya di tempat ini, Tunggul mengulas mengenai pentingnya keamanan dan ketertiban didalam menjalani kehidupan bersosial di tengah masyarakat. untuk mendapatkan rasa aman dan damai tersebut, Kapolres menyarankan kepada jamaah untuk tidak mudah diadu domba atau dipecah belah oleh siapapun dengan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya (hoax:red).
Untuk menghindari hal-hal tersebut, jamaah di minta untuk belajar dari sejarah kelam bangsa Indonesia yang sempat dijajah bangsa asing, yang mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah dengan cara di adu domba dan di pecah belah demi menguasai negara Indonesia.
Agar sejarah tidak berulang, Kapolres mengingatkan pentingnya toleransi antar umat beragama dengan cara memelihara Ukhuwah Islamiah, Ukhuwah Insaniah dan Ukhuwah Wathoniah. ” Jadi, mari kita jalin toleransi antar umat beragama, antar Mazhab, agar anak cucu kita dapat terus beragama dan beribadah dalam kedamaian,” ajak Kapolres dengan penuh harap.
Kata dia, Toleransi beragama ini juga di contohkan Nabi Besar Muhammad SAW didalam salah satu riwayat, dimana nabi dengan damai hidup berdampingan dengan agama lainnya “Perlu diingat bahwa dalam bernegara ini kita tidak sendiri, dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia kita juga disertai oleh umat beragama lainnya, jadi harus kita saling menghormati satu sama lainnya,” jelasnya.
Karena mensyiarkan agama Islam melalui perilaku yang toleran adalah bagian dari da’wah. ” Untuk itu, mari kita Jadi cermin wajah Islam yang penuh kedamaian dan rasa toleransi antar sesama, Tampa harus mempersoalkan perbedaan pendapat atau keyakinan masing-masing”pintanya.
Usai menjalani solat Jum’at, sekira pukul 14.45 WITA, Kapolres mendatangi Yayasan Ampera di Dusun Gubug Daya, Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela, untuk Pemberian Santunan terhadap Anak Yatim piatu di LKSA (Lembaga Kesejahteraan Anak) “Ampera” dan Yayasan Siti Khadijah, alamat Dusun Gubug Daya Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela.
Ditempat itu, Ketua LKSA “Ampera” TGH. Solihin Alim mengucapkan terimakasih atas Kunjungan dari Bapak Kapolres Lotim bersama dengan Rombongan, dilanjutkan dengan memberikan informasi mengenai jumlah anak yatim piatu yang di asuhnya. “kami mengasuh anak yatim piatu dan anak dari keluarga tidak mampu, keselurahannya 60 orang, terdiri dari TK, SMP, dan SLTA” sebutnya.
Anak-anak di tempat ini, kata dia, tidak hanya dari Kecamatan Pringgasela, namun ada juga yang dari luar Desa dan luar Kecamatan. Anak-anak ini juga memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda, “ada yang masih punya keluarga, ada pula yang tidak punya keluarga” jelasnya. “Bagi yang masih punya keluarga, sewaktu-waktu masih bisa pulang, tapi yang tidak punya keluarga sepenuhnya kami asuh” imbuhnya.
Diungkapnya juga mengenai sumber pendanaan yang di gunakan untuk menghidupkan anak asuhnya setiap hari yang bersumber dari infaq dan shadaqah masyarakat sekitar, namun ada juga ia dapatkan dari masyarakat luar.
Ditempat ini Tunggul mengaku bahwa kegiatannya dalam rangka mencari Ridho Allah Subhanawatalla. Ia juga menyebut anak-anak yang berada di LKSA merupakan anak anak spesial di Mata Allah SWT. “kami datang kesini bersama Para Tuan Guru untuk memberikan Motivasi bahwa kita diciptakan oleh Allah SWT agar dapat berguna bagi sesama dengan cara belajar berikhtiar, sehingga kedepan kita menjadi manusia dimana pun kita berada bisa diterima oleh Masyarakat” harapnya.
“Kami mendoakan agar kelak anak anak/adik adik menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, bangsa dan negara. selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup oleh Allah SWT, pesan bapak jangan lupa memberikan Doa untuk orang tua kita, semoga kita dapat bertemu denganNYA di Surga nanti” kata Tunggul, dalam pesannya.
Usai sambutan Kapolres, kegiatanpun di tutup dengan do”a oleh TGH. Mujtahidin, S.Pd,. Ms.i dan berakhir pukul pukul 15.15 wita dengan penyerahan Santunan kepada anak anak Yatim.(TD)
