

tropongdesa.com, Lombok Timur – Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga dalam kondisi sekarat didepan masjid “Nurul Huda” wilayah Selayar, Desa Pejaring, Kecamtan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada hari Minggu (04/04), sekitar pukul 11.15 wita.
Diperkirakan bayi malang ini di buang orang tuanya setelah di lahirkan 6 jam sebelumnya. Saat di temukan warga, bayi ini dalam kondisi terbungkus kain panjang dan sudah dalam keadaan sekarat.
Informasi ini dibenarkan oleh Kapolsek Sakra Barat IPDA Saeful Hadi,S.Sos saat di konfirmasi via telpon, “saat itu anak buah saya yang ke lokasi, tapi sebentar saya kirim rilisnya ke bapak,”ucapnya, “tapi sayangnya, nyawa bayi itu tidak tertolong,”imbuhnya.
Berdasarkan kronologisnya, bayi yang terbungkus kain panjang ini ditemukan pertama kali oleh warga setempat atas nama Inaq Pendi (40) dan Inaq Sifa (30), saat itu, kedua warga ini dalam perjalanan menuju sawah, namun ditengah perjalanan melihat Bundelan kain, setelah Diperiksanya ternyata sesosok bayi perempuan sudah dalam keadaan lemas.
Kedua warga ini langsung melaporkan temuannya tersebut ke warga sekitar, aparat kepolisian juga langsung beranjak ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan warga. Saat di TKP, aparat kepolisian dibantu warga membawa bayi tersebut ke puskesmas Rensing untuk diberikan pertolongan.
Pada saat di puskesmas, bayi ini sempat mendapatkan perawatan, namun nyawa bayi malang ini tidak bisa tertolong, menurut hasil visum sementara, Bidan puskesmas menerangkan bahwa bayi ini diperkirakan lahir 6 jam yang lalu dan diperkirakan juga kelahiran bayi ini ditangani oleh ahlinya.
Sedangkan dugaan sementara, bayi ini sengaja di letakkan oleh orang tuanya di tumpukan material pasir masjid “Nurul Huda”, yang memang selalu ramai oleh warga yang melakukan gotong royong, dengan harapan akan di pungut oleh warga.
Dengan kejadian ini aparat kepolisian Polsek Sakra Barat langsung melakukan penyidikan dan berkoordinasi dengan kepala puseksmas Rensing untuk melakukan pengecekan terhadap bidan desa di kecamtan Sakra Barat, dengan meminta data masyarakat yang baru melahirkan atau yang datang berobat pasca nifas.(TD)
