Tropong Desa - Portal Berita Online Teraktual & Terpercaya | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Muhammad Khotam Zamzami: Pospeda ke Sembilan Berasa Yang Pertama

Sistem Error, Beberapa Siswa SMP Negeri Di Lotim Tidak Dapat Mengikuti ANBK
September 22, 2022
Bangkitkan Dunia Pariwisata Kodim 1615/Lotim Gelar festival Musik Band
September 24, 2022

TROPONGDESA.COM, Lombok Timur- Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda) di gelar kembali oleh Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Timur(Lotim) bersama dengan Kementrian Agama Lombok Timur, dan juga Lembaga Ikhlas Beramal.

Memang sebelumnya Pospeda ini adalah agenda tahunan yang di selenggarakan satu kali dalam tiga tahun oleh Kementrian Agama (Kemenag) Lombok Timur. Dan sudah berjalan selama 9 kali, namun persoalan Pospenas ini nyatanya baru kali ini di rasakan Pondok Pesantren (Ponpes) di Lombok Timur.

Hal ini di sampaikan Ketua Panitia Pospeda 2022, Muhammad Khotam Zamzami kepada wartawan pada Jumat (22/9).

“Kita awalnya pikir Pospeda ini adalah Pospeda yang pertama, ternyata bukan, Pospeda sebenarnya itu sudah terselenggara sebanyak 9 kali, bukannya kita tidak dapatkan informasi tetapi informasi itu di tutup-tutupi masuk ke Ponpes,” ucapnya.

Lebih jauh Zamzami berharap kepada Kemenag yang memang punya kegiatan harus lebih memperhatikan apa yang menjadi kewajibannya.

Namun sampai saat ini, sampai telah di bukanya Pospeda yang di selenggarakan oleh FKSPP pada Kamis malam 21 September 2022 kemarin belum ada respon apapun dari Kemenag.

“Dari Kemenag saya masih melihat tidak ada dorongan berupa material yang sebenarnya ini adalah gawenya dia,” singgungnya.

Walaupun memang di akuinya Kemenag susah secara struktur organisasi, karena memang Kemenag vertikal secara material, dimana kegiatan seperti ini harus di komunikasikan di Kemenag pusat. Lebih jauh Zamzami menyebut alasan Kemenag utamanya memang dari keterbatasan anggaran yang menjadikan mereka tidak bisa membuat event.

Maka sebelumnya model pengiriman ke tingkat nasional adalah dengan di tunjuk siapa dari sekolah-sekolah yang ada di Lombok Timur yang akan mewakili, dan itu rata-rata di ambil dari sekolah Negeri. Oleh karenanya pergerakan FKSPP menghidupkan kembali kegiatan Pospeda ini di lihatnya positif.

“Bayangkan di Lombok Timur saja saat ini terdapat 214 ponpes, dan memang Pospeda ini kan di selenggarakan untuk mencari bibit unggul itu, yang ada di Ponpes,” terangnya.

Namun kata dia, Sebagai ketua panitia tetap ada upaya komunikasi dengan Kemenag untuk bagaimana kelanjutannya, karena acara ini diharapkan tidak hanya sampai disini, namun berlanjut hingga di tahun-tahun yang akan datang.

“Terus menerus kita komunikasi tentang perkembangan dan pendaftaran. Dimana kita juga punya wa group dan di dalamnya dari kemenag sudah ada, dan perkembangannya sebenernya sudah di pantau langsung oleh mereka,” jelasnya.

Yang menarik dari Pospeda kali ini adalah ada 9 kategori Lomba dan diantara 9 mata lomba sebelumnya yang hanya di kirim ke tingkat nasional dari kemenag hanya ada empat.

“Saya bertanya kenapa bisa begitu sementara kita memegang jobs list secara Nasional sudah jelas 9 mata lomba ini yang di perlombakan sampai nasional, namun kenapa bisa cuman 4 yang di kirim ke tingkat Nasional,” imbuhnya.

Maka dari itu dengan di selenggarakannya Pospeda ini di harapkan 9 mata lomba yang ada akan bisa dikirim untuk kedepannya ikut berjuang di tingkat Nasional. Sebagai informasi Pospeda tahun ini di ikuti 44 Ponpes dari 213 Ponpes di Lombok Timur dengan total 523 peserta, yang di selenggarakan di Ponpes Baiturrahim, Kabar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur sebagai tuan rumahnya

“Untuk itu tahun depan jangan sampai Pospeda ini di tutup seperti tahun tahun yang lalu, melihat dari bagaimana antusiasmenya para santri yang ikut dalam acara Pospeda tahun ini,” pintanya menutup pembicaraan.(td)

Pasang Iklan